John Burke

monkimage (1)

Pencipta kita Allah adalah pencemburu. Dia meniginginkan perhatian dan pengabdian kita secara penuh.

John Burke akhirnya menyadari ini setelah bertahun-tahun mencoba untuk menggantikan kasih Allah dengan setiap hal-hal yang menarik perhatiannya.

John dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik di New York, dan seperti kebanyakan rekan-rekannya, ia adalah seorang putra altar dan menghadiri gereja secara teratur dengan keluarganya. Tapi selama waktu itu, ia merasa ketakutan kepada Allah dan tidak melihat-Nya sebagai Seseorang yang dia bisa dekati dalam doa.

Kehidupan rumah John sering kacau. Ayahnya seorang pemabuk, dan John cepat belajar bahwa ia harus mengurus dirinya sendiri. Dia bertindak dalam kemarahan dan agresif terhadap orang lain, dan persona yang dia ciptakan ini ini memberinya rasa aman dan identitas.

Di sekolah, John bergaul dengan “orang-orang aneh ” – mereka yang bukan berasal dari keluarga yang penuh kasih. Pada titik ini dalam hidupnya, ia menganggap dirinya seorang agnostik. ” Saya tidak ingin berpikir tentang keberadaan Tuhan. Saya hanya memutuskan dia tidak,ada, ” kata John.

Bermain musik rock ‘ n’ roll dan memulai sebuah band membuat John untuk mengalihkan pikirannya tentang keberadaan Allah dan hidup sebagaimana dia mau. Walaupun disibukkan dengan semua aktifitas music dan gaya hidupnya, John masih memiliki pertanyaan-pertanyaan untuk Tuhan.

Kepahitan dalam hatinya terhadap kehidupan keluarganya menginginkan jawaban.

” Bagaimana mungkin Allah bisa menempatkan seorang anak dalam situasi itu ? ” pikirnya. Ketika tidak dapat menemukan jawaban, John memutuskan bahwa hidup “hanyalah lelucon yang kejam, dan Anda harus berusaha membuat jalan Anda sendiri. ”

Band John menjadi cukup populer, pertunjukannya laris, dan kadang-kadang bermain untuk ribuan orang. Tapi, setelah sensasi awal adrenalin berakhir, dia akhirnya merasa lebih kosong dari sebelumnya.

“Pada akhirnya, sukacita yang dijanjikan rock’n roll, tidak pernah datang – hal itu mengecewakan saya, ” kata John.

Allah Menggunakan Keingintahuan dan Kecerdasan John Mmelalui Orang-Orang Kristen Dalam Hidupnya.

Setelah musik memudar ketika berumur 20-an, John memutuskan untuk masuk kuliah. Dia ingin mendapatkan pengetahuan sebanyak mungkin dan berhasil di bidang akademik. Keinginannya berhasil, dan ia menerima banyak piagam dan penghargaan, lulus di peringkat teratas di kelasnya.

Meskipun dengan semua pemahaman dan pengetahuan yang ia terima, John tetap sangat kosong dan sedih.

Pengetahuan menguasakan dia pada awalnya, tetapi semua pemikir-pemikir ternama yang ia pelajari, seperti Plato dan Nietzsche, hanya memenuhi kebahagiaan yang sesaat. Ketenangan pikiran dan kelegaan rohani bukan sesuatu yang bisa mereka sediakan.

Gagasan tentang kecerdasan menjadi kekecewaan lainnya.

Di tengah semua usahanya untuk menemukan jati diri, Tuhan tidak pernah berhenti mengejar John. Dia mengizinkan John untuk pergi menurut ‘jalan’ nya, tetapi Dia selalu mempunyai rencana untuk menarik John kembali kepada-Nya.

Setelah musik dan pengetahuan mengecewakan, John mengejar lagi cara lain yang ia harap akan mengarah pada kebahagiaan : pekerjaan. Dia mendapat pekerjaan di bidang keuangan dan investasi dan menjadi tertarik dengan wiraswasta dan ide ‘berhasil dengan usaha sendiri’.

Hari-harinya diisi dengan jam kerja yang panjang dan bacaan-bacaan tentang self-help untuk membantu dia ” memvisualisasikan kesuksesan. ”

” Usaha putus asa saya untuk menemukan kedamaian,, dalam pencarian ini, mengecewakan saya sekali lagi, ” kata John. Kepahitannya, tetap berakar dengan dalam.

Seperti banyaknya kisah-kisah dalam Alkitab tentang tokoh-tokoh dan pencarian mereka yang sia-sia, John berulang kali mencari hal-hal yang menjanjikan kebahagiaan yang bisa dia temukan, mengabaikan kalau sukacita yang sejati, hanya Tuhan yang bisa sediakan.

Ketika John berumur 41, ia menyimpulkan bahwa keberhasilan dalam musik, pendidikan dan pekerjaan tidak melakukan apa pun untuk memenuhi dia. Pada titik ini, ia mulai menyelidiki spiritual. Ia belajar meditasi, Buddhisme, transendentalisme – setiap ” isme ” yang bisa dia temukan.

” Aku bisa merasakan ada sesuatu – tujuan yang lebih besar – tetapi semua studi saya dan kontemplasi tidak bisa mendefinisikannya, dan filsafat Timur meninggalkan lubang yang tidak bisa diisi, ” kata John.

Namun, Tuhan – dalam rahmat-Nya yang tak terbatas – menarik John mendekat kepada-Nya seperti yang dilakukan-Nya dengan setiap dari anak-anakNya. Dia mulai untuk menempatkan orang-orang Kristen dalam kehidupan John yang membawa kedamaian yang selama ini John berusaha untuk pahami.

Allah menantang keingintahuan dan kecerdasan John melalui mereka, dan salah satu dari teman-temannya tersebut memberi dia buku CS Lewis ‘ ” Mere Christianity. ” Buku ini menantang John untuk berpikir tentang mengapa semua orang tampaknya merindukan sesuatu yang lebih, di dalam dunia yang rusak ini.

” Aku mulai mengerti bahwa kerinduan akan sukacita ini adalah untuk dekat dengan Allah. Dosa memisahkan kita dari jalan kehidupan bersama Tuhan sejak dulu, dan manusia sendiri tidak bisa memperbaiki kondisi ini. ” Kata John. “Jadi, Yesus Kristus menanggung semua beban dosa kita atas diriNya untuk menyelamatkan kita dan menawarkan kita jalan kembali kepada Bapa. ”

John bergumul dengan Tuhan dan berdoa agar –jawaban-jawaban dapat diungkapkan. Setelah Roh Kudus bergerak dalam dirinya, mengubah hati dan pikirannya, ia percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.

Dia menyerahkan hidupnya kepada Kristus dan berhenti mengejar hal-hal yang kosong.

Hari ini, John berlari dengan pengejaran penuh akan kemuliaan Allah. Melupakan cara-cara berpikir sebelumnya tidaklah mudah. Tapi kesadaran akan kasih yang kuat dari Allah, John telah menemukan satu-satunya kebenaran dan pengetahuan sejati yang benar-benar penting baginya.

“Sungguh suatu sukacita untuk mengetahui bahwa Dia mengutus Anak-Nya sehingga kita bisa diselamatkan, ” kata John.

Diadaptasi dari situs : http://www.thevillagechurch.net/article-stories/116731/john-burke/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation